Senin, 25 Juli 2016

MAHASISWA-PEMUDA-BERKARYA


                Juli 2014
Bismillahirrahmanirrahim, dengan yakin ku melangkahkan kaki ke dalam sebuah gedung ber cat putih biru dengan kubah yang berbentuk semi pagoda, ya dengan ijin-Nya ku diterima di Universitas Airlangga, Surabaya. Disitulah perjalanan kaderisasi ku dimulai. Pada saat itu, kuditemani kedua orangtuaku yang menyempatkan cuti untuk menemaniku daftar ulang. Ibu dan Ayahku juga sedikit tidak enak badan. Kami dari Pasuruan Gempol, berupaya berangkat pagi agar tidak macet dan pulang sesegera mungkin setelah serangkaian daftar ulang usai agar tidak terlalu sore dan terjebak macet. Itulah mengapa aku tidak mampir di tenda informasi.
Melihat para panitia yang lalu lalang dengan memakai almamater Universitas Airlangga memberikan kesan bangga dan juga harapan akan kerja pemuda yang luar biasa. Saat itu aku mencari musholla yang dekat dengan ACC (Airlangga Convention Centre), tempat ku menyelesaikan daftar ulang. Ku berjalan mengelilingi ACC, namun hasilnya nihil. Dengan inisiatif, aku bertanya dengan seorang mbak yang sepertinya sudah usai dengan daftar ulangnya.
“Mbak, kalau boleh tahu musholla dekat sini dimana ya ?”
“Di FST mbak.”
“Di mana itu ?”
“Di Fakultas Sains dan Teknologi. Sebelah sana. Kalau mbak mau, bisa saya antar karena saya juga akan ke FST” (sambil menunjuk ke arah FST)
“Oh, mbak sepertinya sudah tahu sekali daerah sini.”
“Iya, karena FST tempat saya kuliah.”
“Oh ya ?” (mengernyitkan dahi karena terkejut dan bingung)
“Iyap” (tersenyum)
“Lho, trus kenapa mbak melakukan daftar ulang lagi?”
“Oh, ini untuk mengajukan keringanan biaya.”
“Hmm... “
“Baik mbak, saya duluan karena harus segera ke Fakultas saya untuk menyelesaikan beberapa urusan.”
“Oh iya, terima kasih.”
Percakapan singkat itu, memberikan informasi mengenai salah satu upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mendapatkan keringanan biaya.
Agustus 2014
Selamat datang di Amerta !
Amerta adalah sebuah serangkaian program orientasi mahasiswa baru oleh Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR mulai dari pengukuhan, PPKMB Universitas, Fakultas, BEM Universitas dan BEM Fakultas. Pada saat itu, kumasih berupaya menikmati alur yang ada dengan memakai baju putih-putih diberi pengarahan oleh para panitia dengan pembagian garuda-garuda, belajar breakclaps, membuat formasi dan mendengarkan instruksi. Surabaya itu panas dan terik. Kuingat juga perlu mengumpulkan galon untuk project pemecahan rekor muri 6060 galon tanaman karena pada tahun itu, UNAIR dalam rangka ulang tahunnya ke 60 tahun.
Pada saat pengukuhan, disitulah kudikenalkan dengan lagu Hymne Universitas Airlangga
Lirik Hymne Universitas Airlangga
Di timur Jawa Dwipa
Megah engkau bertakhta
Satria Airlangga
Kusuma Negara
Dari engkau kudapat
Budaya Pusaka
Airlangga dikau Permata
Indonesia Raya

Bagimu Almamater
Kuberjanji setia
Berdharma bakti suci
Berjasa mulia
Belajar untuk nusa
Indonesia yang kucinta
Airlangga engkau hiduplah
Airlangga tetap kau jaya

Lagu : Abdoes Saleh
Syair Pengantar : Bachrawi Wongsokusumo
Syair pujaan : Abdoes Saleh

Sungguh, saat itu trenyuh masuk ke dalam lubuk hati dari awal hymne sampai akhir. Terutama saat lirik “Bagimu Almamater, kuberjanji setia” adalah sebuah emosi yang kuat dengan kata “janji”. Ketika janji adalah hutang, maka janji perlu dijaga dan dilaksanakan. Namun, tak dipungkiri bahwa janji memiliki kekuatan tersendiri untuk mencapainya. Bismillah. Semangat!
Setelah pengukuhan, saya berkumpul pertama kali dengan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR untuk pembagian kelompok dan juga pemilihan komting. Saat itu, panas sekali dan hp saya belum mumpuni untuk akses informasi dari blog SEHAT (Semarak Orientasi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) mengenai pembagian kelompok. Dari situ, saya memilih untuk berinteraksi dengan mahasiswa yang lain. Pada saat pemilihan komting juga belum dijelaskan dengan jelas, tugas komting itu apa. Ketika hati bergejolak mendengar “Siapa yang mau mencalonkan diri menjadi Komting?”, saat itulah saya membuat keputusan untuk belajar dari belakang layar. Setiap kelompok mengirimkan perwakilan kelompok untuk menjadi calon komting. Setelah itu, setiap calon melakukan pertemuan singkat tertutup kemudian dikerucutkan menjadi 3 orang dan masing-masing menyampaikan visi dan misi nya menjadi komting angkatan. Malamnya, ada kumpul perdana dengan kelompok dan kakak pendamping kelompok (PK). Dari situlah, saya mulai mengenal nama-nama dan juga asal teman sekelompok saya. Kami tergabung dalam sebuah kelompok River (sungai yang mengalirkan air seperti para orang yang memberikan harapan dan semangat), yakni Bagus, Anisa, Anis, Elvina, Tika, Mita, Roza dengan kaka PK mbak Alysa mahasiswa D3 Hyperkes. Saat itu, kami membuat buku ungu dari kertas re-use dengan ditali kepangan tali rafia ungu, biru, kuning, yel-yel, logo, jargon, essay dan resume. Dari sekarang, bagaimanapun tugasnya sebagai mahasiswa calon masyarakat bagian dari hidup , maka kepada tugas yang ada perlu untuk kuat, berupaya semaksimal mungkin alias tidak mudak mengeluh karena hidup ini adalah tumbuh dan berkembang dengan belajar menyelesaikan masalah yang kita tidak pernah tahu masalah apa yang harus kita hadapi di depan. Life is like riding a bicycle. Keep learning and cintributing ! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar