Senin, 28 September 2020

A Muslimah - Never Give Up

Sumber gambar : https://www.facebook.com/permalink.php?id=317544381711530&story_fbid=1541002099365746

Seorang muslim tidak boleh putus asa, karena Allah Maha Luas dan Satu-satu Dzat Dengan Kekuasaan tanpa keraguan. 

Hingga berputus asa itu HARAM hukumnya. 

Kajian siang hari, sungguh sebuah cobaan tersendiri. Mata tiba-tiba terpejam, tetapi mendengar penjelasan ini, mata terbelalak sontak terbangun dan tertegun. 

Pernah dengar kalimat ini, 

"Tak ada orang yang suci, ya udah lah, dosa-dosa dikit gak papa. Toh kita semua akan masuk surga setelah dibersihkan di neraka. Gak mungkin ada orang yang bisa langsung ke surga". 

Jujur, saya pernah. Literally, ada yang berucap demikian ke saya. Sungguh, dengernya itu ngeri-ngeri gimana gitu ya. Saya memang manusia biasa yang jelas tak luput dari dosa. Tetapi, tak ada bayangan menggampangkan siksa-Nya. Mual, sedih dan tidak percaya ada yang menyampaikan demikian. 

Tetapi, ternyata fenomena orang yang menggampangkan neraka seperti itu memang sudah kebaca lho oleh Rasulullah Sallahu Alaihiwassalam. Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, ia berkata sesungguhnya Rasulullah bersabda : 

"Andaikata seorang mukmin mengetahui siksaan yang ada di sisi Allah, tentu tak ada seorang pun yang tidak mengharapkan surga-Nya. Dan andaikata orang kafir mengetahui rahmat yang ada di sisi Allah, maka seorang pun tidak akan ada yang putus harapan dari surga-Nya" (Mutafaq'laih). 

Dari situ saya belajar, kalau masih menganggap enteng siksa-Nya berarti harus banyak-banyak mencari tahu bagaimana gambaran siksa-Nya. Aiiih, sedangkan siksa ter ringan aja otak sampai mendidih. Kecipratan air panas aja, bukan kepalang panas dan sakinya. Sungguh tak tega kalimat menggampangkan dosa untuk terlontarkan. 

Disisi lain, jelas manusia tempatnya alpha dan dosa. Tetapi bukan menjadi alasan atau legitimasi untuk manusia memaklumkan dosa. Tetapi manusia sebagai hamba-Nya diberi petunjuk untuk bersikap hati-hati dan tidak menganggap sepele siksa-Nya. Sehingga tak ada putus harapan untuk terus bertaubat karena ampunan-Nya mencakup langit dan bumi. 

Ada satu hal lagi yang menjadi catatan penting mengapa seorang muslim tidak boleh putus asa, yakni ketakutan tidak diperdulikan oleh Pencipta-Nya. Alias gak diwawuh

Pernah kah gak sih, nyapa orang tapi sama orang nya gak dibales ? 

Kadang sampe ada kalimat : 

"Kemarin kok gak nyapa sih, sombong ya sekarang." 

Kenapa kok sampai muncul kalimat itu ? karena gak disapa itu ndak nyaman. Gak disapa itu sedih, sedikit sakit hati. Itu gak disapa sesama manusia ya. Sedihnya sampai kepikiran aku salah apa ke dia. 

Tapi, what will happen kalau tidak disapa oleh Pencipta Manusia ? auto nangis

Gak dianggap kalau pas bicara, rasanya tuh gemes dan bingung. Gimana kalau gak dianggap oleh Satu-Satunya Dzat yang memiliki naungan dan hak di hari tak ada nauangan selain dari-Nya ? 

Dari Fadhalah bin Abid dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda : 

"Ada tiga golongan manusia yang tidak akan ditanya di hari kiamat yaitu, Manusia yang mencabut selendang Allah. Sesungguhnya selendang Allah adalah kesombongan dan kainnya adalah al-Izzah (keperkasaan); Manusia yang meragukan perintah Allah; Dan manusia yang putus harapan dari rahmat Allah" (HR. Ahmad, ath-Thabrani, dan al-Bazzar. al-Haitsami berkata "Perawinya terpercaya." al-Bukhari dalam kitab al-Adab, Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya). 

#tetepAMNM 

Sumber : 

Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar