Sumber gambar : http://insan-awam.blogspot.com/2011/09/ingin-selamat-tegakkan-syariat-islam.html
Nabi Nuh Alahissalam mematuhi perintah Allah Subhanallahu Wataala untuk membuat kapal. And you know what, it happens pada masa kemarau. Padahal perahu hanya bisa digunakan atau berfungsi ketika ada aliran air. Apa kata umatnya yang tak percaya, "Gila saja buat kapal di siang bolong seperti ini".
Nabi Nuh Alahissalam dianggap gila dan tidak dipercaya oleh umatnya karena ia membuat kapal dikala kemarau panjang adanya.
Nabi Luth Alaihissalam menyeru dan patuh pada Allah Subhanallahu Wataala,melarang umatnya untuk tak melakukan perbuatan homo. Tetapi umat nya malah mengolok-ngoloknya.
Dari dua fenomena tersebut, muara nya sama. Terbukti siapa yang akhirnya selamat dan tepat ?
Nabi Luth yang menyeru atau umatnya yang bilang bahwa homo itu harga mati ?
Saat ini, ada golongan yang menyeru dan mengingatkan bahwa solusi hakiki dari berbagai problematika bangsa dan dunia adalah kembali pada pedoman ilahi (Al-Quran dan As-Sunnah).
Namun kencang dan viral di bilang radikal, anti negara, tidak toleran, utopia, atau ngibul belaka.
Lalu dari pola yang ada, kira-kira siapa yang kelak pada akhirnya selamat dan tepat ?
#TetepAMNM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar